Selama ini kita mengenal essential oils sebagai minyak yang bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan kesehatan dan kecantikan. Tapi tahukah kamu bagaimana cara kerja minyak atsiri sehingga dari setetes minyak bisa mempengaruhi badan atau indra kita.
Tahukan kamu bahwa Indera penciuman kita lebih sensitif daripada indera kita yang lain?
Mengapa aroma bisa begitu menggugah? Bahan kimia dalam aroma dapat memicu respons fisiologis dan mempengaruhi kondisi mental kita. Efek gabungan ini memungkinkan minyak aromatik bekerja secara holistik pada pikiran, tubuh, dan jiwa, membawa keseimbangan, penyembuhan, dan seringkali rasa kesehatan yang mendalam.
A. Efek Pada Pikiran
Minyak atsiri dapat digunakan untuk membantu mengembangkan keadaan pikiran kita. Sebagai contoh, minyak yang bersifat perangsang dapat digunakan untuk meningkatkan fokus, sedangkan minyak yang bersifat menenangkan memungkinkan kita untuk merasa bersantai dan membantu untuk memerangi efek stres. Minyak atsiri memiliki banyak komponen yang mempengaruhi sistem saraf, membantu untuk menigkatkan suasana hati dan meningkatkan kesehatan. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa senyawa linalool dalam lavender dan clary sage mengurangi kecemasan, sementara limonene yang ditemukan pada minyak jeruk, dapat meredakan kecemasan dan menghilangkan depresi. Minyak atsiri pada Chamomile dan bergamot mengandung senyawa alpha dan beta-pinene, yang juga bekerja sebagai antidepresan dapat membantu meningkatkan semangat dan perasaan sehat / sejahtera. Ketika kita merasa cemas atau tertekan, bukan hanya pikiran kita yang terpengaruh bahkan tubuh kita juga bisa merasakan sakitnya. Sebagai contoh, kita cenderung menahan ketegangan pada otot kita ketika kita cemas. Banyak jenis minyak atsiri memiliki manfaat sebagai penambah suasana hati dan efek fisiologis lainnya sehingga mengobati baik mental maupun fisik dari gejala stres dan kecemasan. Tambahan Pijatan aromaterapi memberi manfaat sentuhan yang menenangkan untuk efek minyak terapeutik yang sangat menenangkan dan bisa menambah semangat. Bahkan tanpa manfaat dari pijatan pun hanya mencium bau / aroma yang menyenangkan seperti tangerine atau vanilla dapat mengurangi stres yang biasanya disebabkan oleh ketegangan otot.
Mendorong relaksasi, Bagaimana minyak atsiri membantu kita rileks adalah proses rumit yang melibatkan beberapa bagian otak. Salah satu teorinya adalah bahwa linalool, ditemukan di minyak seperti lavender, mengatur neurohormon GABA (gamma aminobutyric acid). Senyawa ini pada umumnya mengatur kadar adrenalin, noradrenalin, dan dopamin.

”Mawar memiliki aroma yang membangkitkan semangat dan menenangkan”
Memperbaiki konsentrasi dan fokus. Beberapa minyak tsb bersifat menjernihkan dan menyegarkan pikiran. Misalnya, menghirup minyak rosemary telah terbukti meningkatkan/memperbaiki memori hingga 75 persen. Minyak mengandung senyawa eukaliptol, yang bertindak dengan cara yang mirip dengan obat demensia dengan meningkatkan neurotransmitter yang disebut asetilkolin yang membantu mengatur aktivitas otak.
Menyeimbangkan energi. Beberapa minyak atsiri bisa membuat rileks atau merangsang sesuai kebutuhan atau dinamakan sebagai adaptogen. Sistem keseimbangan tubuh ini dalam sebuah proses yang disebut homeostatis, yang bersifat menenangkan atau merangsang. Adaptogen membantu tubuh memproses stres dengan mengisi ulang kelenjar adrenal yangcbisa terlalu terstimulasi atau menimbulkan kelelahan akibat dari stres. Lavender, mawar, dan geranium adalah contoh adaptogen.
B. Efek pada Tubuh
Minyak atsiri adalah penyembuh alami yang memanfaatkan sifat obat tradisional dari tanaman. Misalnya minyak tsb bisa besifat anti inflamasi, antiseptik, dan antijamur, dan beberapa minyak esensial bersifat anti mikroba, membantu membunuh berbagai mikroorganisme berbahaya untuk melindungi kita dari penyakit.
Bekerja sebagai antiseptik. Beberapa minyak esensial telah terbukti menghancurkan bakteri, virus, dan jamur penyebab infeksi. Salah satu dari minyak esensial antiseptik paling terkenal yaitu pohon the (tea tree), dianggap sama efektifnya sebagai pengobatan konvensional untuk kurap kaki, dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa luka terinfeksi dengan bakteri Staphylococcus aureus lebih cepat sembuh bila diobati dengan minyak pohon teh (tea tree) daripada yang mereka lakukan dengan metode pengobatan konvensional.
Komponen kimia, seperti timol ditemukan dalam minyak atsiri thyme, mentol dalam peppermint, dan eugenol dalam minyak atsiri cengkeh, beberapa minyak atsiri telah terbukti sebagai antiseptik yang kuat. Studi menunjukkan bahwa menghirup minyak atsiri yang bersifat antiseptik dapat bekerja efektif seperti menerapkannya langsung ke kulit, dan terapi inhalasi minyak atsiri telah digunakan untuk mengobati gejala bronkitis dan sinusitis akut selama bertahun-tahun. Di dunia di mana banyak jenis bakteri yang menjadi resisten terhadap antibiotik konvensional, minyak esensial mulai dilihat sebagai alternatif cocok.
Menghilangkan rasa sakit dan mengurangi Peradangan. Minyak atsirisering digunakan sebagai anestesi ringan yang dapat meringankan nyeri lokal. Minyak seperti thyme, mawar,kayu putih, cengkeh, bergamot, danadas telah terbukti bekerjapada tubuh dengan cara yang mirip denganobat antiinflamasi nonsteroid(NSAID) seperti ibuprofen yangmenghambat enzim dalam tubuhyang menyebabkan peradangan, pembengkakan,dan rasa sakit. Efek analgesik ini membuatminyak esensial sangat berguna untukmenenangkan otot dan nyeri sendi dansebagai pereda nyeri lokal,Contohnya dari sakit kepala tegang, keseleo dan ketegangan otot lainnya.
Nyeri sering disertai dengan peradangan. Beberapa minyak esensial memilikisifat anti-inflamasi. Salah satucontohnya adalah kemenyan. Beberapa jenis minyak atsiri kemenyan telah terbuktimenghambat produksi protein peradanganyang disebut sitokin dan untukmencegah sel darah putih/leukosit yang bocor ke jaringan.
Memiliki tindakan pembersihan. Ketika berfungsi dengan baik, paru-paru, hati, sistem pencernaan, ginjal, dan kulit semuanya membantu menghilangkan produk limbah dan racun dari dalam tubuh. Faktor negatif seperti stres, kecemasan, pola makan yang buruk, dan kurang tidur semua bisa mengganggu proses ini. Minyak atsiri sering memiliki sifat detoksifikasi yang membantu membersihkan tubuh dan mendukung sistem ekskresi yang sehat. Misalnya bahan kimia yang disebut D-limonene, ditemukan pada buah jeruk seperti jeruk, lemon,jeruk keprok, limau, dan jeruk bali, mendukung fungsi yang sehat dari hati, serta membantu mengatur nafsu makan dan menurunkan kolesterol. Dan Minyak atsiri juniper, jeruk bali, rosemary, adas, dan cemara memiliki efek diuretik ringan yang membantu mendukung kinerja ginjal dengan mendorong penghapusan kelebihan air. Menggabungkan minyak ini dengan pijatan yang lembut dan gosokan pada tubuh dapat mendorong sirkulasi yang sehat dari darah dan cairan limfatik dan mendorong pembuangan limbah dari tubuh.
Membantu meningkatkan kekebalan. Minyak atsiri meningkatkan kesehatan denganmeningkatkan dan memperkuatrespon imun kita terhadap penyakit. Beberapaminyak esensial benar-benar merangsang produksi Sel darah putih penangkal penyakit seperti fagosit Sel-T, dan sel-B, yang vital untuk pertahanan dan kekebalan tubuh. Khususnya minyak atsiri kayu putih dan niaouli telah terbukti mendorong proses yang dikenal sebagai fagositosis, di mana sel darah putih yang lebih besar/fagosit menelan dan kemudian menghancurkan atau menonaktifkan bakteri dan virus.
Senyawa linalool, ditemukan dalam tingkat tinggi dalam minyak esensial seperti lavender, sage, bay laurel, dan kayu putih, juga telah terbukti meningkatkan efisiensi sel darah putih pada tubuh.
Mempengaruhi hormon. Sistem endokrin mengeluarkan hormon untuk mengatur proses tubuh. Minyak atsiri dapat mempengaruhi kerja hormon dan melancarkan ketidakseimbangan. Misalnya rosemary telah terbukti mengurangi kadar hormon stres kortisol, dan dengan menghirup minyak atsiri mawar yang menenangkan dapat membantu menurunkan kadar adrenalin yang tinggi. Beberapa minyak atsiridianggap membantu mengatur hormon perempuan selama berbagai tahap reproduksi. Minyak atsiri Lavandin diyakini membantu mengendalikan fluktuasi suasana hati yang dirangsang oleh hormon, dan minyak atsiri dari clary sage, adas, kemangi, sage, cemara, dan geranium memiliki efek keseimbangan yang serupa.

‘’Minyak atsiri bekerja pada akarnya penyebab dan juga gejalanya’’
C. Pada sisi Spiritual
Minyak atsiri telah digunakan selama ribuan tahun untuk meningkatkan praktik spiritual. Dari penggunaannya di upacara adat hingga penunjang praktik spiritual pribadi seperti meditasi, minyak atsiri membantu mendukung pencapaian spiritual.
Mendukung pencarian spiritual Minyak atsiri telah digunakan selama ribuan tahun untuk mendukung doa. Secara historis, minyak seperti kemenyan, mur (myrrh), kayu manis, kayu cedar, dan mawar telah digunakan dalam upacara keagamaan. Wewangian yang dipilih dengan baik dapat menenangkan pernapasan, menenangkan dan memfokuskan pikiran, dan menciptakan hasrat.
Meningkatkan Kesadaran Aroma yang menenangkan pikiran atau membantu untuk meningkatkan semangat, ditemukan dalam minyak seperti lavender, elemi, dan bergamot, dapat digunakan untuk meningkatkan fokus selama latihan seperti meditasi, yoga, dan teknik pernapasan lainnya.
Energi dan chi. Dalam beberapa praktek tradisional, minyak atsiri yang digunakan untuk membersihkan penyumbatan di chakra, diyakini sebagai pusat energi di tubuh yang berhubungan dengan kelenjar tertentu dan organ. Chakra dikatakan dihubungkan oleh meridian, yaitu digambarkan sebagai saluran melalui mana energi vital atau chi mengalir. Penyumbatan di area ini dianggap menyebabkan kesehatan yang buruk di bagian tubuh yang berkaitan. Ilustrasi menunjukkan posisi ketujuh cakra. Minyak atsiri tertentu terkait dengan chakra yang berbeda atau pusat, dan dianjurkan untuk membantu membawa keseimbangan dan penyembuhan pada area ini.
• Cakra mahkota, di bagian atas kepala mengatur kelenjar pineal dan “batin diri” kita. Minyak seperti kemenyan, mawar, melati, lavender, dan elemi sesuai untuk area ini.
• Chakra alis, terletak tepat di atas dan di antara mata, untuk terhubung ke kelenjar hipofisis dan mengatur memori maupun pikiran. Minyak seperti mur (myrrh), kayu cendana, dan melati digunakan untuk mengobati penyumbatan pada area ini.
• Cakra tenggorokan, menutupi area tenggorokan dan kelenjar tiroid juga berhubungan dengan komunikasi. Cobalah lavender, chamomile, clary sage, kayu putih, peppermint, geranium, dan rosemary untuk mengobati pada area ini.
• Cakra jantung, terletak di sekitar jantung dan tubuh bagian atas yang dapat mempengaruhi kesehatan. Minyak yang dapat digunakan yaitu mawar, bergamot, lemon balm, kamomil, neroli, cendana, dan palmarosa.
• Cakra solar plexsus, termasuk organ di perut bagian atas dan berhubungan dengan harga diri. Cobalah jahe, helichrysum, manuka, ketumbar, lavender, marjoram, dan jeruk.
• Cakra sakral, terletak di perut bagian bawah, terkait dengan sistem reproduksi dan bereaksi dengan minyak atsiri seperti cendana, melati, mawar, ylang-ylang, jeruk, dan geranium.
• Chakra dasar, di dasar tulang belakang, terhubung dengan kemampuan kita untuk merasa membumi. Minyak yang membantu pengobatannya termasuk mur (myrrh), kayu cedar, nilam, petitgrain, kemenyan, wortel, dan akar wangi.

”Kayu manis dapat meningkatkan meditasi”
Referensi: From DK essential oil




